Skip to main content

Posts

Showing posts from 2015

NO ONE BLAMES THE WAVES

Terkadang mungkin akan menyenangkan menjadi ombak. Kau ditakuti, kau disayangi. Ketika kau meliuk-meliuk indah, kau disayangi. Kau menyenangkan para peselancar. Ketika k au marah, kau ganas. Kau ditakuti. Kau dapat menghantam bebatuan karang, pantai, apa saja. Tak ada yang menyalahkanmu. Mereka akan menyalahkan cuaca, tentu saja.

WILL I FALL TOO?

Aku dulunya berpikir kalau kami akan berjuang dan bertahan bersama sampai aku melihat satu per satu teman-teman seperjuanganku tumbang. Dan aku mulai berpikir...akankah aku berakhir seperti mereka?

(UN) HAPPY

Ini seharusnya tidak terjadi, kan? Semuanya mengalir terlalu cepat bagaikan air yang menggerus tanah di saat hujan menyapu permukaan terjal. Seperti itulah kebahagian tersapu oleh sesuatu yang paling ingin kau enyahkan dari ingatanmu sepanjang masa.  Di saat aku mulai  membangun kembali rumah dari puing-puing angin topan yang membuatku tak sadarkan  diri hingga dua belas bulan, di saat aku mulai menata kecerian, tawa, dan kesedihan pada tempatnya masing-masing, di saat aku mulai merencanakan apa yang aku lakukan mendatang dengan segala yang baru, aku menemukan bahwa dia menyeruak kembali. Dari kegelapan terdalam sosoknya terlihat tidak memperdulikanku. Tetapi aku yang memperdulikannya. Atau lebih tepatnya bertanya-tanya, "Mengapa harus kembali di puncak kebahagianku?"  Kemudian aku disadarkan bahwa roda manusia selalu berputar. Mungkin aku pula yang kelewat bahagia tanpa mengantisipasi sosoknya yang kapan saja bisa muncul.  Entah mengapa sejak dia menyumbat peng...

AKU MENDENGARKAN MUSIK SAAT....

 1. Saat Aku Menginginkannya Karena aku bukanlah tipe anak yang mendengarkan musik setiap saat. Aku jarang mendengarkan musik saat sedang sedih karena itu tidak membantu sama sekali, yang ada malah bisa memperburuk suasana hati. Tapi ada kalanya aku mendengarkan musik saat sedih. Itu terjadi kalau aku sedang sangat melankolis. Tapi di menit selanjutnya aku bisa saja berhenti mendengarkan musik dan berkata, "Sudah cukup bersedihnya" dan bangun untuk bersenang kembali.   2. Saat Suasana Hatiku Sedang Berada di Tengah-Tengah

AOZORA NO FAN

Jujur saja, kalau mereka menganggapku sebagai penggemar fanatiknya band Aozora, jelas mereka salah besar. Aku tidak merasa kalau aku adalah penggemar fanatiknya. Aku tidak menganggap mematai-matai Ame sang pianis dari tong sampah depan rumahnya sebagai hal yang keterlaluan. Menunggu kedatangan mereka di bandara dari dua hari sebelumnya juga tidak bisa dianggap berlebihan, hingga menyingkirkan orang-orang yang menghalangi jalanku untuk selalu dekat dengan Aozora. Itu semua adalah hal yang biasa buatku.  Tapi tidak ada yang memercayai kata-kataku. Daripada aku berteriak tidak jelas membela pemikiranku dan menghabiskan energiku untuk memberikan penjelasan kepada mereka, aku akan membungkam mulut mereka dengan caraku sendiri saja. Akan kutunjukkan kalau cintaku pada Aozora itu murni dan aku tidak suka dengan istilah penggemar fanatik. Pokoknya aku bukan penggemar fanatiknya. Aku selalu merasa kalau aku dilahirkan untuk selalu menjaga Aozora. Sejak pertama kali aku menemukan Aoz...

PERPISAHAN

Inilah saatnya Bagi kita 'tuk berpisah Jauh jauh jauh Aku takkan melihatmu lagi Pergi pergi pergi Semua tentang kita Akan memudar dalam lembaran waktu Segala tentangmu Tak ada yang istimewa lagi Buang buang buang Kau tak berarti apa-apa lagi Sirna sirna sirna Merpati putih yang kuberikan Menghitam saat kau coba tenggelamkan Ketahuilah Butuh setetes lamunan panjang Untuk menjernihkan memori Setelah kautumpuhkan jelaga ke dalamnya Sekarang memori t'lah jernih Di waktu perpisahan kita Kuharap aku tak meninggalkan apapun padamu Begitupun sebaliknya **** 23 April 2015 8:59 PM

MIND GAME: EH ADA APA YA?

Senang rasanya bisa (mulai) menulis lagi setelah hiatus sekian abad. Rasanya seperti selamanya sampai menunggu hari UNAS selesai. Nyaris kehilangan suaraku kalau aku tidak mulai menulis lagi. Dan membaca. Itulah masalahnya. Aku tidak boleh membaca novel setahun penuh oleh Mamaku. Apa boleh buat? Aku sudah berjanji TIDAK AKAN membaca novel dan kali ini aku harus menepatinya. Kurasa akhirnya janji itu juga membuahkan hasil. Karena aku sendiri bingung ingin menulis apa, awalnya aku hanya menulis asal-asalan tentang ini, tapi, hei, tiba-tiba muncul secercah ide tentang permainan otak. Mungkin aku bisa mengasah kemampuan menulisku lagi sedikit demi sedikit dari sini. Dan ini tulisan terjelek (tapi bukan berarti tulisanku ada yang terlalu bagus juga, sih) yang kubuat Desember 2014 lalu di aplikasi Write di ponselku. Kurang pas menulis di ponsel dengan papan ketik qwerty yang kecil-kecil saat ide di kepala sudah nyaris meledak. Alih-alih aku harus mengetik cepat, aku malah mengetik...