Skip to main content

REVIEW: SEMESTER TIGA YANG MELELAHKAN

Semester tiga di fakultasku itu berarti kami mulai diharuskan membuat Kartu Rencana Studi (KRS) sendiri. Selama dua semester pertama, kami masih dipaketkan seperti anak sekolah. Teman kami pun selama dua semester nyaris sama terus. Hanya saja kelasnya tidak sebanyak sekolah. Dalam satu semester biasanya kami hanya diberi 5-7 mata kuliah. Tapi bukan berarti tugasnya jadi lebih sedikit. Kebalikannya, tugasnya nyaris membuat kami semua ingin melambaikan tangan ke kamera. Padahal kalau dihitung-hitung, kuliah kami hanya menghabiskan empat bulan saja, dua bulan lebih pendek dari sekolah. Tapi sesudah UTS berakhir, kami selalu menghitung kira-kira masih berapa lama lagi semester akan berakhir. 

Ya, ternyata memang benar seperti yang dikatakan orang-orang yang sudah lebih dulu kuliah. Dunia kuliah tidak seindah FTV, dik. Begitu kata mereka sambil ketawa. Biasanya kalau ada anak-anak SMA yang bilang, "Aduh gak sabar pengen ngerasain kuliah." Kami yang sudah kuliah malah menertawakan mereka dan bilang, "Belum tahu rasanya, sih."

Karena semester satu dan dua fakultas kami menerapkan sistem paket, kami waktu itu hanya diberi sks sebanyak 18 dan 19 sks saja. Dan karena semester tiga kami sudah diberikan keleluasaan untuk memilih berapa banyak mata kuliah yang diambil, aku dan teman-temanku secara rakus mengambil sks penuh alias 24 sks yang berisi tujuh mata kuliah. Aku sudah mewanti-wanti mereka kalau semester tiga pasti tidak akan gampang. Apalagi dalam semester ini, ada tiga kelas praktikum yang berarti akan ada tiga laporan di akhir semester yang harus kami jilid. 

Mengapa aku begitu was-was dengan tiga praktikum? Karena itu berarti sks mereka banyak dan tentu saja susah. Belum lagi perjuangan di akhir semester mencari tempat menjilid laporan dan mengantri dengan anak-anak dari fakultas yang sama maupun dengan fakultas-fakultas lain yang ada kelas praktikum. Belum juga meminta tanda tangan asisten praktikum, kordinator asisten praktikum, cap foto dan tanda tanda tangan dosen.

Selain itu, ada lagi mata kuliah kami yang nama Proses Pemodelan Bisnis. Kami diberikan proyek akhir oleh dosen yang super ribut dan merasa paling benar. Dosen ini memilih untuk mengadakan presentasi langsung di ruangannya. Awalnya kami senang dengan pilihan dosen tersebut karena itu artinya kami tidak perlu mempresentasikan tugas kami di depan kelas. Tapi ternyata pilihan itu lebih menyedihkan. Kami harus menunggu di depan ruangan dosen dengan anak-anak dari kelompok lain dan kelas lain pula yang diampu oleh dosen tersebut. Belum lagi jika ternyata dosennya meminta urutan dari kelas terkecil ke terbesar dan setiap kelompok membutuhkan waktu nyaris sejam untuk diintrogasi lebih tepatnya. Lalu ternyata belum sampai ke kelas berikutnya presentasi, dosennya sudah menutup kesempatan presentasi sehingga sia-sia bagi kelas yang sudah menunggu lama. 

Seolah kesulitan itu belum cukup, dosen itu sudah menerima tahapan satu proyek kami dan dibolehkan untuk mengerjakan tahap selanjutnya. Kemudian besoknya saat kami kembali lagi untuk mempresentasikan tahap selanjutnya itu, dosen tersebut melihat proses tahapan kami yang sebelumnya dan kemudian dengan gampangnya beliau bilang kalau itu masih salah. Padahal kemarin beliau baru saja menyetujui, mengapa dengan serta merta bilang itu salah? Sehingga akhirnya kami kembali lagi mengerjakan tahapan yang katanya sudah disetujui itu. Kalau seperti itu caranya, kapan proyek kami selesai, kan?

Benar-benar menyebalkan.

Selain hal-hal yang menyebalkan seperti itu, kami juga mendapatkan dosen-dosen dan asisten praktikum yang menyenangkan. Kami mendapatkan dosen mata kuliah Dasar Desain Antarmuka Pengguna yang super baik dan tidak ribet dalam memberikan tugas. Dosennya lumayan terstruktur dalam memberi tugas dan nilai. 

Tugas dalam mata kuliah ini mempelajari tentang kode-kode HTML, CSS, dan Javascript. Tiap minggunya kami diberi tugas yang bertahap dalam membuat tampilan website yang responsif, bagus, dan menarik. Yang paling seru adalah saat kuis menjelang seminggu sebelum UAS. Kami diberi soal untuk membuat kode HTML, CSS, dan Javascript, Aku dan teman-temanku menjawab sebisa kami dan betapa terkejutnya saat ada pengumuman kalau kami dan 18 anak sekelas dibebaskan dari UAS dan nilai UAS kami otomatis 100 karena nilai kuis kami bagus. Padahal dari kami tidak ada yang yakin jika kode-kode yang kami buat sudah benar. Kami merasa banyak kesalahan dalam kode-kode kami. Benar-benar dosen yang baik hati sekali beliau.

Kemudian ada dosen Algoritma dan Struktur Data yang tidak kalah baik. Dalam hal mengajar beliau mengajar seperti guru sekolah. Pelan-pelan dan selalu bertanya pada kami apabila masih ada bagian yang belum dimengerti. Beliau juga memberi keringangan pada kami dengan memberi kesempatan untuk perbaikan nilai UTS dan UAS. Yang menyenangkan dari perbaikan nilai ini adalah bahwa tugasnya dikerjakan online dan artinya bisa dikerjakan bersama-sama. Beliau sampai berkata, "Terserah bagaimana strategi Anda agar bisa dapat nilai bagus. Yang penting nanti nilai Anda tidak ada yang C atau C+."

Lalu ada pula asisten praktikum pada mata kuliah Jaringan Komputer yang super baik dan perhatian kepada praktikannya. Hebatnya lagi asisten praktikum kami ini adalah Koordinator Asisten Praktikum, yang berarti ketuanya para asprak. Kami kira setiap koas itu selalu jahat tapi kenyataanya dia adalah orang yang lucu, baik, perhatian, dan tugas-tugasnya terstruktur. Dalam memberikan nilai pun dia tidak pelit. Kata temanku sih, dia patutnya diberi predikat Asisten Terbaik 2017. 

Selebihnya dosen-dosen kami biasa-biasa aja. Tidak ada yang istimewa. Yang pasti semester tiga ini aku dan teman-temanku melewati masa suka dan duka yang cukup menyenangkan. Sedih dan susah ya ditanggung bersama. 

Aku sepenuhnya sadar, di balik rasa lelah yang kujalani selama tiga semester ini, masih ada orangtua yang lebih lelah mencari uang untuk biaya kuliah. Ya Allah semoga semuanya membawa barakah dan tidak sia-sia. Amin.

Dan akhirnya semester tiga telah usai. Liburan sudah berjalan di minggu kedua. Semester empat akan dimulai dua minggu lagi. Aku dan teman-temanku akan mulai mengencangkan sabuk lagi. Sampai jumpa di semester depan. 

Comments

Popular posts from this blog

PENGALAMAN REKRUTMEN ODP IT BANK MANDIRI

Sumber: Google Di postingan kali ini aku mau berbagi cerita pengalamanku tentang proses rekrutmen ODP IT Bank Mandiri. Kenapa aku tulis? Salah satunya adalah karena masih minimnya cerita gimana sih pengalaman rekrutmen ODP Bank Mandiri khususnya untuk bidang IT. Kalau pengalaman rekrutmen untuk ODP General Bank Mandiri udah banyak kutemuin waktu aku sendiri sedang di fase proses rekrutmen sedangkan untuk proses rekrutmen ODP IT Bank Mandiri, aku ubek-ubek internet baru nemu 1 blog doang yang ceritain tentang pengalamannya waktu ikut seleksi rekrutmen ODP IT Bank Mandiri. Nah, tujuan aku berbagi pengalaman ini gak lain gak bukan adalah sekadar sharing dan memberi gambaran tentang apa aja kira-kira prosesnya dan gimana aja prosesnya.  Sebelumnya perlu juga diketahui apa sebenarnya yang memotivasiku untuk coba daftar di ODP IT Bank Mandiri ini. Jadi, awalnya aku sempat buka Linkedin dan lihat ada salah satu teman seangkatan yang udah kerja sebagai ODP IT Bank Mandiri. Dari situ aku ...

REVIEW E-READER ONYX BOOX NOVA 2 BAHASA INDONESIA

Sumber: Foto Pribadi Hai! Apa kamu suka banget membaca? Suka membaca buku digital dan sedang mencari-cari e-reader yang cocok? Jika iya, coba baca pengalamanku menjajal e-reader dari Onyx Boox Nova 2 yang kubeli beberapa hari lalu ini. Banyak dari kita yang awalnya pasti kebingungan hendak membeli e-reader dari Kindle yang sudah terkenal itu atau e-reader lain. Atau bahkan masih ada yang belum tahu e-reader apa saja yang saat ini telah beredar di pasaran? Well , yang kutahu hingga saat ini ada  e-reader dari Kindle, Kobo, dan Onyx Boox. Mungkin bagi yang sudah mengetahui e-reader lainnya yang tidak kalah bagus bisa bantu share dan ceritakan pengalaman membaca melalui perangkat tersebut   di kolom komentar.  Awal cerita bagaimana aku akhirnya memutuskan membeli Onyx Boox ini bisa dibilang agak panjang. For the longest time aku selalu merasa Kindle adalah e-reader terbaik sejak aku mengetahuinya waktu kuliah namun Kindle belum memenuhi preferensi yang kubutuhkan. Apa s...

KOS CERIA

Hari ini aku akan menceritakan sebuah kisah yang kudengar dari selentingan penduduk sekitar Kota G. Ini adalah kisah yang terjadi di sebuah indekos bernama Kos Ceria. Namanya saja yang ceria. Di dalamnya tidak ada keceriaan setitik pun. Menurut survei yang dilakukan oleh sebuah perusahaan properti, kira-kira ada sekitar 47,4% generasi milenial memilih untuk tinggal di indekos. Pelajar yang telah lulus sekolah menengah atas dan melanjutkan pendidikan ke universitas akan banyak memilih tinggal di indekos. Pekerja-pekerja yang mengadu nasib ke kota metropolitan juga banyak memilih tinggal di indekos, apartemen, atau mess. Kota G adalah area urban yang menjadi destinasi pencari kerja. Dalam beberapa waktu terakhir, Kota G telah berkembang pesat. Perlahan-lahan reputasi Kota G merangkak masuk ke lima besar destinasi kota yang memiliki banyak ladang pekerjaan. Pada era perang dan penjajahan, Kota G adalah daerah yang santer dikenal sebagai kota penyekapan, pembuangan, dan pembantaian. Suasan...