Skip to main content

SEBUAH INGATAN

Mimpi lucid-ku tidak selalu bagus. Aku lebih sering bermimpi dan mengingat mimpi buruk sampai terkadang aku berharap aku tidak perlu mengingatnya sama sekali. Sekali aku mendapatkan mimpi yang bagus, aku biasanya langsung rakus ingin menikmati setiap detik yang terlewati sampai aku sadar kalau aku itu sedang bermimpi dan ketika aku menginginkan kelanjutan ceritanya, mimpi tersebut malah berakhir. 

Aku mendapat mimpi ini minggu lalu tepat di Minggu pagi sebelum terbangun karena Mama membangunkanku. Aku suka sekali dengan mimpi ini. Ini adalah mimpi tentang teman-teman SMP-ku. Teman-teman yang baik-baik dan aku sangat menyukai mereka. 

Entah sedang dalam momen apa, tapi hari itu anak-anak mengenakan pakaian bebas. Pakaian mereka terlihat rapi-rapi. Beberapa malah menggunakan rok. Nyaris tidak ada yang menggunakan material bawahan jins, kecuali para cowoknya, yah hanya beberapa--di mimpiku, hanya tiga cowok yang aku lihat. Cewek-ceweknya mengenakan pakaian berbahan sifon. Aku sendiri mengenakan rok polkadot dan atasan bunga-bunga.

Kami sedang sibuk belajar di kelas. Tipikal kelas di SMP-ku adalah semua muridnya pasti sibuk mengerjakan tugas dari guru. Kami sedang belajar Bahasa Indonesia saat itu. Kami diberikan potongan berita dan kami disuruh menjawab beberapa pertanyaan terkait berita yang kami terima. Setiap orang mendapatkan berita yang berbeda-beda.

Sebenarnya ini agak kurang pas kalau kita menyebutnya ruang kelas. Kelas ini tidak terlalu luas dan besar. Duduk kami pun tidak teratur, bisa di mana saja. Untuk menulis kami disediakan meja lipat. Lagipula ini hanyalah mimpi, ruang kelas yang aneh seperti ini mungkin hanya ada di dalam mimpi.

Aku duduk sendirian dengan meja lipatku dan membaca beritaku. Tak jauh dari tempatku ternyata ada dia. Seseorang yang aku sukai di kelasku. Dia sedang duduk-duduk bersama tiga teman lainnya. Tak perlu aku sebutkan siapa mereka karena akan membuka kedok. Sepertinya mereka sudah selesai mengerjakan tugas karena yang mereka lakukan saat itu hanya berbincang-bincang.

Ada sesuatu yang menarik perhatianku. Aku sempat melirik ke arah mereka dan aku mendapati kalau dia sedang memegang dompet ungu yang saat ini kumiliki dan memainkan dompetku perlahan, seperti melempar rendah ke udara dan menangkapnya lagi. Kebiasaan ini persis seperti yang biasa dia lakukan dulu. Dan aku sangat senang karena yang dia mainkan adalah barangku. Aku tidak menampilkan senyumanku di wajahku terang-terang tapi hatiku benar-benar menggelembung besar sampai rasanya mau terbang!

Mereka terus bercerita hingga sampai di satu topik perbincangan tentang cewek. Aku sudah agak lupa bagaimana detail ceritanya karena mimpi ini terjadi sekitar empat minggu lalu dan aku tidak langsung mencatat mimpi ini di catatanku. Aku yakin sekali saat itu salah satu dari mereka bertanya padanya tipe cewek seperti apa yang diinginkannya dan aku bersumpah aku mendengar dia menyebut namaku.

Sontak aku langsung menoleh pada mereka dan bertanya polos, "Ada apa memanggil namaku?" dan bisa kuperhatikan kalau dia mendadak menjadi kikuk dan muncul semburat merah di kedua pipinya. Dia juga tersenyum malu-malu dan teman yang tadi bertanya padanya langsung saja balik bertanya padaku tentang hal lain, mencoba mengalihkan pembicaraan. Dia bertanya tentang warna kesukaanku. Aku jawab itu ungu. Lalu dia jawab, "Yah, ungu warna yang bagus dan kalem. Sama seperti biru, ya, kan?" Kata temannya sambil menoleh padanya untuk meminta persetujuan. Dia yang masih kikuk hanya menjawab pendek 'iya' sembari mengangguk.

Kemudian salah satu temannya lagi yang berkacamata mengajakku berbicara dan memberikan ilustrasi tentang awan-awan di papan tulis yang kebetulan berada dekat di depanku. Seketika aku melupakan topik yang tadi mereka bicarakan dan tenggelam dalam penjelasan temanku yang berkacamata ini sampai tiba-tiba aku terbangun.

Dan mimpi itu berlalu begitu saja. Seolah-olah ingatan tentangnya juga hanyalah sebuah persinggahan sementara. 

Comments

Popular posts from this blog

PENGALAMAN REKRUTMEN ODP IT BANK MANDIRI

Sumber: Google Di postingan kali ini aku mau berbagi cerita pengalamanku tentang proses rekrutmen ODP IT Bank Mandiri. Kenapa aku tulis? Salah satunya adalah karena masih minimnya cerita gimana sih pengalaman rekrutmen ODP Bank Mandiri khususnya untuk bidang IT. Kalau pengalaman rekrutmen untuk ODP General Bank Mandiri udah banyak kutemuin waktu aku sendiri sedang di fase proses rekrutmen sedangkan untuk proses rekrutmen ODP IT Bank Mandiri, aku ubek-ubek internet baru nemu 1 blog doang yang ceritain tentang pengalamannya waktu ikut seleksi rekrutmen ODP IT Bank Mandiri. Nah, tujuan aku berbagi pengalaman ini gak lain gak bukan adalah sekadar sharing dan memberi gambaran tentang apa aja kira-kira prosesnya dan gimana aja prosesnya.  Sebelumnya perlu juga diketahui apa sebenarnya yang memotivasiku untuk coba daftar di ODP IT Bank Mandiri ini. Jadi, awalnya aku sempat buka Linkedin dan lihat ada salah satu teman seangkatan yang udah kerja sebagai ODP IT Bank Mandiri. Dari situ aku ...

REVIEW E-READER ONYX BOOX NOVA 2 BAHASA INDONESIA

Sumber: Foto Pribadi Hai! Apa kamu suka banget membaca? Suka membaca buku digital dan sedang mencari-cari e-reader yang cocok? Jika iya, coba baca pengalamanku menjajal e-reader dari Onyx Boox Nova 2 yang kubeli beberapa hari lalu ini. Banyak dari kita yang awalnya pasti kebingungan hendak membeli e-reader dari Kindle yang sudah terkenal itu atau e-reader lain. Atau bahkan masih ada yang belum tahu e-reader apa saja yang saat ini telah beredar di pasaran? Well , yang kutahu hingga saat ini ada  e-reader dari Kindle, Kobo, dan Onyx Boox. Mungkin bagi yang sudah mengetahui e-reader lainnya yang tidak kalah bagus bisa bantu share dan ceritakan pengalaman membaca melalui perangkat tersebut   di kolom komentar.  Awal cerita bagaimana aku akhirnya memutuskan membeli Onyx Boox ini bisa dibilang agak panjang. For the longest time aku selalu merasa Kindle adalah e-reader terbaik sejak aku mengetahuinya waktu kuliah namun Kindle belum memenuhi preferensi yang kubutuhkan. Apa s...

KOS CERIA

Hari ini aku akan menceritakan sebuah kisah yang kudengar dari selentingan penduduk sekitar Kota G. Ini adalah kisah yang terjadi di sebuah indekos bernama Kos Ceria. Namanya saja yang ceria. Di dalamnya tidak ada keceriaan setitik pun. Menurut survei yang dilakukan oleh sebuah perusahaan properti, kira-kira ada sekitar 47,4% generasi milenial memilih untuk tinggal di indekos. Pelajar yang telah lulus sekolah menengah atas dan melanjutkan pendidikan ke universitas akan banyak memilih tinggal di indekos. Pekerja-pekerja yang mengadu nasib ke kota metropolitan juga banyak memilih tinggal di indekos, apartemen, atau mess. Kota G adalah area urban yang menjadi destinasi pencari kerja. Dalam beberapa waktu terakhir, Kota G telah berkembang pesat. Perlahan-lahan reputasi Kota G merangkak masuk ke lima besar destinasi kota yang memiliki banyak ladang pekerjaan. Pada era perang dan penjajahan, Kota G adalah daerah yang santer dikenal sebagai kota penyekapan, pembuangan, dan pembantaian. Suasan...