Skip to main content

LAYANG-LAYANG




Sudah musim layang-layang, ya? Aku ingat dulu aku pernah mendengar seseorang yang membacakan novel berjudul Kite Runner--bercerita dengan latar belakang di Afganistan dan ditulis oleh seorang penulis dari Afganistan juga yang punya profesi lain sebagai dokter. Dalam novelnya, ia bercerita tentang seorang anak yang terlahir dari keluarga kaya dan memiliki seorang pembantu yang sebaya dengannya. Pembantu cilik ini lantas menjadi temannya. Ia sumbing. Ia sering diolok-olok oleh teman-temannya si anak kaya tapi bodohnya, si anak kaya tidak pernah membantunya ketika ia dijahili.

Tapi sekarang aku sedang tidak ingin bercerita panjang lebar tentang Kite Runner karena kalau iya maka cerita ini bukan ceritaku lagi melainkan akan menjadi sebuah review sinopsis novel! Aku langsung teringat dengan novel itu saat melihat anak-anak bermain layang-layang dan bagaimana mereka senang sekali berebutan mengejar layang-layang yang jatuh.

Saat mereka sedang sibuk menarik senar dan membuat layang-layang mereka menari elok di udara, tak ada sepasang mata pun yang menatap ke arah itu. Mereka semua terpaku menengadah ke langit dan tak menghiraukan kalau sesuatu akan sedang terjadi.

Ukuran senar sangat kecil untuk bisa dilihat di udara terbuka yang jernih ketika ia sedang melintasi jalan yang dipadati oleh anak-anak yang bermain layang-layang. Ia menggunakan sepeda motornya berjalan dengan kecepatan tinggi dan seketika itu juga terdengar suara berdesing kencang dan suara motor yang terjatuh. Tak lupa juga bunyi empuk yang mengenai permukaan tanah. 

Suara itu adalah suara kepala yang telah terpenggal akibat senar layang-layang.

Tentu saja aku kaget. Oh, siapa yang tidak? Baru saja aku bernostalgia dengan novel Kite Runner dan kejadian naas tiba-tiba saja terjadi di depan mataku, tak jauh dari tempatku berada. Dengan tergesa-gesa seseorang kemudian datang menghampiriku dan memapahku sambil berkata, "Oh, untung saja bulumu yang putih dan selembut beludru ini tidak terkena cipratan darah."

Oh, demi segala dewa para kucing.

Comments

Popular posts from this blog

PENGALAMAN REKRUTMEN ODP IT BANK MANDIRI

Sumber: Google Di postingan kali ini aku mau berbagi cerita pengalamanku tentang proses rekrutmen ODP IT Bank Mandiri. Kenapa aku tulis? Salah satunya adalah karena masih minimnya cerita gimana sih pengalaman rekrutmen ODP Bank Mandiri khususnya untuk bidang IT. Kalau pengalaman rekrutmen untuk ODP General Bank Mandiri udah banyak kutemuin waktu aku sendiri sedang di fase proses rekrutmen sedangkan untuk proses rekrutmen ODP IT Bank Mandiri, aku ubek-ubek internet baru nemu 1 blog doang yang ceritain tentang pengalamannya waktu ikut seleksi rekrutmen ODP IT Bank Mandiri. Nah, tujuan aku berbagi pengalaman ini gak lain gak bukan adalah sekadar sharing dan memberi gambaran tentang apa aja kira-kira prosesnya dan gimana aja prosesnya.  Sebelumnya perlu juga diketahui apa sebenarnya yang memotivasiku untuk coba daftar di ODP IT Bank Mandiri ini. Jadi, awalnya aku sempat buka Linkedin dan lihat ada salah satu teman seangkatan yang udah kerja sebagai ODP IT Bank Mandiri. Dari situ aku ...

REVIEW E-READER ONYX BOOX NOVA 2 BAHASA INDONESIA

Sumber: Foto Pribadi Hai! Apa kamu suka banget membaca? Suka membaca buku digital dan sedang mencari-cari e-reader yang cocok? Jika iya, coba baca pengalamanku menjajal e-reader dari Onyx Boox Nova 2 yang kubeli beberapa hari lalu ini. Banyak dari kita yang awalnya pasti kebingungan hendak membeli e-reader dari Kindle yang sudah terkenal itu atau e-reader lain. Atau bahkan masih ada yang belum tahu e-reader apa saja yang saat ini telah beredar di pasaran? Well , yang kutahu hingga saat ini ada  e-reader dari Kindle, Kobo, dan Onyx Boox. Mungkin bagi yang sudah mengetahui e-reader lainnya yang tidak kalah bagus bisa bantu share dan ceritakan pengalaman membaca melalui perangkat tersebut   di kolom komentar.  Awal cerita bagaimana aku akhirnya memutuskan membeli Onyx Boox ini bisa dibilang agak panjang. For the longest time aku selalu merasa Kindle adalah e-reader terbaik sejak aku mengetahuinya waktu kuliah namun Kindle belum memenuhi preferensi yang kubutuhkan. Apa s...

KOS CERIA

Hari ini aku akan menceritakan sebuah kisah yang kudengar dari selentingan penduduk sekitar Kota G. Ini adalah kisah yang terjadi di sebuah indekos bernama Kos Ceria. Namanya saja yang ceria. Di dalamnya tidak ada keceriaan setitik pun. Menurut survei yang dilakukan oleh sebuah perusahaan properti, kira-kira ada sekitar 47,4% generasi milenial memilih untuk tinggal di indekos. Pelajar yang telah lulus sekolah menengah atas dan melanjutkan pendidikan ke universitas akan banyak memilih tinggal di indekos. Pekerja-pekerja yang mengadu nasib ke kota metropolitan juga banyak memilih tinggal di indekos, apartemen, atau mess. Kota G adalah area urban yang menjadi destinasi pencari kerja. Dalam beberapa waktu terakhir, Kota G telah berkembang pesat. Perlahan-lahan reputasi Kota G merangkak masuk ke lima besar destinasi kota yang memiliki banyak ladang pekerjaan. Pada era perang dan penjajahan, Kota G adalah daerah yang santer dikenal sebagai kota penyekapan, pembuangan, dan pembantaian. Suasan...