Skip to main content

INTERMEZO DULU: SKRIPSIAN DI FILKOM UB

Halo, good morning! Udah lama rasanya gak menyambangi blog ini. Ke mana aja? Sebenarnya, aku tuh lagi sok sibuk ngerjain skripsi. He-he-he. 

Semester 7 ini aku ngambil sks PKL (di fakultasku istilahnya magang) sama skripsi. Terus aku juga masih ambil 3 matkul. Sebenarnya kalau dibilang susah atau gak, gak susah banget kayak semester 4 yang seminggu harus ngerjain tiga laporan, atau semester 6 yang rasanya tugas gak ada habisnya. Semester 7 ini lebih ke ribet dengan adminstrasi laporan PKL, drama PKL, dan gak lupa juga drama skripsi. Ha-ha-ha.

Pagi ini pun targetku sebenarnya mengerjakan satu revisian tentang database (setelah itu bisa dikatakan 80% skripsiku selesai, tinggal bab penutup aka kesimpulan dan saran aye!), tapi aku pikir karena dari kemarin-kemarin aku sudah kerja lembur bagai kuda, gak papa deh ya sedikit mengulur waktu buat sempetin nulis pos ini. Habis aku kangen banget nulis beginian! Aku sering nulis kok. Tapi nulis skripsi he-he-he. Ketika skripsi ini terbit nantinya, ia akan menjadi novel perdanaku lho. Hingga saat ini aku udah menulis 18.000 kata lebih. Ditunggu saja ya, bukunya akan terbit di ruang baca fakultasku. Tentunya seperti orang-orang (mungkin), aku akan mencetak buku perdanaku ini untuk koleksi pribadi.

Aslinya aku gak ingin sengebut ini kok. Yah, antara ingin gak ingin. Inginnya, karena siapa tahu, dengan ngebut aku bisa lulus 7 semester aja kan, lulus 3,5 tahun. Lebih meringankan beban orangtua. Gak inginnya, karena sungguh ini rasanya kepontal-pontal. Jadi di fakultasku, ketika kamu ngerjain skripsi, kamu gak ngurus administrasi secara manual lagi. Kamu tinggal upload proposal kamu di sistem. Dan karena udah pakai sistem, semua tahapan itu sudah terjadwal. Jadi, kalau kamu gak bisa menyelesaikan tiap tahapan sesuai jadwal, aksesnya akan tertutup. Kamu harus nunggu sampai akses itu dibuka lagi, yang artinya semester depan. 

Waktu awal-awal ambil skripsi, kamu akan aman kalau udah upload proposal. Proposal itu bab 1 sampai bab 3. Yang udah ambil matkul Metodologi Penelitian pasti tahu. Bab 1 itu berisi Pendahuluan, Bab 2 berisi Dasar Teori, dan Bab 3 berisi Metodologi. Akhir Agustus lalu, begitu aku landing di Malang tanggal 28 Agustus 2018 sehabis dua bulan sok sibuk PKL, aku langsung ngebut cari dosen pembimbing (dospem). Karena tahu gak sih, deadline upload laporannya tuh tanggal 2 September dan aku belum dapat dospem. Apalagi ngerjain proposal. 

Untungnya, selama PKL aku udah nemuin topik skripsi dan udah ambil data. Misiku dari dulu adalah pokoknya kalau PKL harus sambil nemu topik skripsi, biar sekali mendayung tiga pulau terlampaui gitu deh. Karena aku sekarang melihat, banyak teman-temanku yang sulit ambil data. Ambil data bisa berbulan-bulan lamanya, ini jadi menghambat kerja skripsi mereka, dan kayaknya mereka gak bisa progress 80% (kalau di fakultasku istilahnya adalah P2) semester ini deh. Deadline P2 semester ini sendiri sebenarnya adalah tanggal 9 Desember 2018 besok. Ha-ha-ha. Ngebut banget yah.

Nah, ngomongin pengerjaan skripsi, kamu akan aman kalau udah P2. Karena kalau belum P2, semester depan kamu harus ngulang proses skripsi dari P0 (progress proposal) dan P1 (progress 50%) dari awal (lebih parahnya kamu bisa disuruh ganti topik dan judul kalau kamu terlihat gak serius ngerjain skripsi), belum lagi untuk melaksanakan P0, P1, dan P2, ada kuota minimal bimbingan, karena kalau belum memenuhi minimal bimbingan, aksi P0, P1, atau pun P2, gak bisa diakses. Ini aku ngomongin soal algoritma aja. 

Jadi, di fakultasku, semuanya udah tersistem dan terjadwal. Sebenarnya kalau dilihat dari sisi positif, ini sangat membantu lho. Dengan sistem yang terjadwal kayak gini, kita bakal terhindar dari kata ngaret yang udah jadi wabah para mahasiswa ketika sampai di tahap skripsi. Sebenarnya aku sendiri udah bisa semhas, sidang, bahkan yudisium kali deh semester ini, kalau aja aku gak sempet ngilang bulan Oktober lalu (cuma bimbingan sekali di minggu awal bulan doang). 

Aku ngilang juga beralasan kok (cari-cari alasan, mencari pembenaran). Aku ngejar laporan PKL yang untungnya udah aku cicil juga pas masih PKL. Jadi begitu kami selesai PKL, sebenarnya tinggal nyelesain bab pembahasan (bahas rekomendasi kalau di laporanku), karena kalau sampai molor ngerjain PKL, nilainya bakal turun. Alhamdulillah aku bisa semhas PKL tepat pada waktunya, dan urutan di minggu pertama, tampil perdana juga. Pengumuman semhas pun dikasih tahu H-1 dalam kondisi belum buat PPT. Sungguh amazing semesterku kali ini.

Oh, ya, kok aku ngelanturnya keterlaluan sih. Sebenarnya alasan aku menulis pos ini ada di paragraf ini hingga ke bawah. Di sela-sela kesibukanku ngerjain laporan PKL dan skripsi, aku sempat ke pameran Big Bad Wolf (BBW), aku sempat download banyak film dan anime. Sederhananya, aku punya stok yang lumayan banyak untuk dihabiskan pas liburan. Dan jalan menuju liburan tinggal 2 minggu lagi. Aku udah gak sabar banget dengan semua kepenatan ini. Aku heran deh, waktu aku masih semeser 3, aku lihat kating angkatan 2013 kosku, bisa gitu dia jalan-jalan di tengah pengerjaaan skripsinya. Padahal dia ambil 24 sks. Sedangkan aku cuma 21. Dia juga dari fakultasku, jurusannya bahkan lebih ekstrim. Tapi pas aku kenapa yah merasa gak ada waktu luang buat jalan-jalan jauh gitu. Mbolang gitu. Kayaknya ini masalah manajemen waktu aja deh. Manajemen waktu dia berarti lebih bagus daripada aku he-he-he. Tapi yang pasti nanti pas liburan aku pingin jalan-jalan, ah. Gak tahu kalau beneran atau cuma wacana.

Oh, ya tahun ini aku ada penemuan terbaik dalam dunia baca buku. Jadi waktu masa PKL sekitar bulan Juli-Agustus, aku lagi bokek sekali. Aku gak paketan sebulan. Aku lagi nabung. Untuk mengisi waktu luang yang dulunya dipakai buat scroll layar, aku cari tahu deh aplikasi buat baca buku gratis. Karena aku lagi ngidam baca novel tapi aku gak bisa beli novel, akhirnya aku cari tahu aplikasi baca buku gratis dan ketemulah aku dengan aplikasi bernama IPusnas (Aplikasi Perpustakaan Nasilonal). Aplikasi ini adalah milik pemerintah. Di dalam aplikasi ini banyak sekali novel lokalnya, terjemahan juga ada, tapi banyak banget novel lokal apalagi teenlit. Sebagai mantan pembaca teenlit, banyak sekali wishlist teenlit aku waktu aku masih SMP yang gak kesampaian baca, akhirnya bisa kubaca sekarang. Saking kalapnya, aku pernah ngabisin 3 novel dalam sehari. Ha-ha-ha. Seru banget, rasanya terharu dan ingin nangis karena nemu aplikasi keren punya pemerintah. Asyik banget. Aku nyesel deh, banyak buku yang kubeli di Play Store ternyata ada gratis di aplikasi itu. Tapi yah sudahlah, aku bisa baca banyak buku lainnya. Tentunya selama liburan nanti aku bakal buka aplikasi ini lagi. Dan baca lagi. Baca terus. Yay!

Oke, deh, gak terasa udah hampir setengah jam aku nulis. Saatnya aku undur diri. Kembali ke realita kalau aku harus mengerjakan satu revisian lagi. See you on my next post!

Oh, ya, aku penasaran gimana sistem skripsian di tempat kalian? Apakah udah pakai sistem juga seperti di fakultasku? 

Comments

Popular posts from this blog

PENGALAMAN REKRUTMEN ODP IT BANK MANDIRI

Sumber: Google Di postingan kali ini aku mau berbagi cerita pengalamanku tentang proses rekrutmen ODP IT Bank Mandiri. Kenapa aku tulis? Salah satunya adalah karena masih minimnya cerita gimana sih pengalaman rekrutmen ODP Bank Mandiri khususnya untuk bidang IT. Kalau pengalaman rekrutmen untuk ODP General Bank Mandiri udah banyak kutemuin waktu aku sendiri sedang di fase proses rekrutmen sedangkan untuk proses rekrutmen ODP IT Bank Mandiri, aku ubek-ubek internet baru nemu 1 blog doang yang ceritain tentang pengalamannya waktu ikut seleksi rekrutmen ODP IT Bank Mandiri. Nah, tujuan aku berbagi pengalaman ini gak lain gak bukan adalah sekadar sharing dan memberi gambaran tentang apa aja kira-kira prosesnya dan gimana aja prosesnya.  Sebelumnya perlu juga diketahui apa sebenarnya yang memotivasiku untuk coba daftar di ODP IT Bank Mandiri ini. Jadi, awalnya aku sempat buka Linkedin dan lihat ada salah satu teman seangkatan yang udah kerja sebagai ODP IT Bank Mandiri. Dari situ aku ...

REVIEW E-READER ONYX BOOX NOVA 2 BAHASA INDONESIA

Sumber: Foto Pribadi Hai! Apa kamu suka banget membaca? Suka membaca buku digital dan sedang mencari-cari e-reader yang cocok? Jika iya, coba baca pengalamanku menjajal e-reader dari Onyx Boox Nova 2 yang kubeli beberapa hari lalu ini. Banyak dari kita yang awalnya pasti kebingungan hendak membeli e-reader dari Kindle yang sudah terkenal itu atau e-reader lain. Atau bahkan masih ada yang belum tahu e-reader apa saja yang saat ini telah beredar di pasaran? Well , yang kutahu hingga saat ini ada  e-reader dari Kindle, Kobo, dan Onyx Boox. Mungkin bagi yang sudah mengetahui e-reader lainnya yang tidak kalah bagus bisa bantu share dan ceritakan pengalaman membaca melalui perangkat tersebut   di kolom komentar.  Awal cerita bagaimana aku akhirnya memutuskan membeli Onyx Boox ini bisa dibilang agak panjang. For the longest time aku selalu merasa Kindle adalah e-reader terbaik sejak aku mengetahuinya waktu kuliah namun Kindle belum memenuhi preferensi yang kubutuhkan. Apa s...

KOS CERIA

Hari ini aku akan menceritakan sebuah kisah yang kudengar dari selentingan penduduk sekitar Kota G. Ini adalah kisah yang terjadi di sebuah indekos bernama Kos Ceria. Namanya saja yang ceria. Di dalamnya tidak ada keceriaan setitik pun. Menurut survei yang dilakukan oleh sebuah perusahaan properti, kira-kira ada sekitar 47,4% generasi milenial memilih untuk tinggal di indekos. Pelajar yang telah lulus sekolah menengah atas dan melanjutkan pendidikan ke universitas akan banyak memilih tinggal di indekos. Pekerja-pekerja yang mengadu nasib ke kota metropolitan juga banyak memilih tinggal di indekos, apartemen, atau mess. Kota G adalah area urban yang menjadi destinasi pencari kerja. Dalam beberapa waktu terakhir, Kota G telah berkembang pesat. Perlahan-lahan reputasi Kota G merangkak masuk ke lima besar destinasi kota yang memiliki banyak ladang pekerjaan. Pada era perang dan penjajahan, Kota G adalah daerah yang santer dikenal sebagai kota penyekapan, pembuangan, dan pembantaian. Suasan...