Skip to main content

Review Serial La Révolution

Sumber: Netflix

Beberapa waktu lalu aku baru merampungkan serial yang cukup membuatku terkesan. Serial dari Perancis, dengan judul La Révolution. Awal mula ketertarikanku adalah karena di sinopsis yang mereka jual, dijelaskan bahwa adanya virus dan wabah yang menggerakkan rakyat untuk melakukan perubahan menggulingkan bangsawan. 

Wah, ada apa itu? Memangnya sekrisis apa?

Perlu diketahui kalau serial ini gak ada kaitannya sama sekali dengan revolusi Perancis pada era kerajaan tempo dulu. Ini murni fantasi dengan menggunakan julukan darah biru yang erat kaitannya dengan gelar bangsawan. Kalau dari yang aku ketahui selama ini, kenapa bangsawan disebut darah biru, itu karena kulit mereka terang sekali sampai kelihatan nadinya yang berwarna biru. Jarang panas-panasan dan melakukan hal kotor di bawah sengatan matahari. 

Di serial ini kita akan dibawa ke dalam pikiran Madeleine sebagai tokoh yang bercerita, mengapa bisa ada sebutan darah biru. Sisi lain sejarah yang ditutupi. Sisi kelam. Menurutku eksplorasi idenya keren. Aku juga baru sadar salah satu cover serialnya bergambar kepala yang dipenggal dan darah yang menetes berwarna biru! Nah, kalian akan menemukan jawaban sesuai cover itu di episode 5. 

Di artikel website Decider (stream it or skip it) mereka sarankan untuk stream it! Apalagi setingannya itu di zaman kerajaan. Bukan apa-apa hanya saja ini masuk preferensi favoritku. Lalu sejak scene pertama yang berkualitas, I knew it serial ini gak asal-asalan dibuat. Alurnya berjalan dengan rapi. Lalu, pas aku nonton ini, aku agak teringat dengan teringat legenda di negara Hungaria. Salah satu ratu mereka bernama Elizabeth Bathory suka memangsa cewek-cewek perawan kalau gak salah, ya (CMIIW), untuk diambil darahnya dan diminum biar awet muda. Nah, menurutku ini ada kaitannya dengan serial ini, aku rasa ini gak lebih sekadar dari sedikit inspirasi karena dalam penerapannya itu beda. Jadi bisa dibayangkan banyak adegan berdarah-darah di sini. Gak lupa action juga ikut masuk, banyak tembak-tembakan. 

Terus bagaimana dengan endingnya? Endingnya menurutku sangat gantung yang hanya berarti satu hal: Season 2 coming soon di tahun depan. Banyak sekali pertanyaan mencuat di otakku begitu aku menyelesaikan serial ini. Ada juga plot twist tak terduga mendekati akhir episode. Lalu bagaimana awal mula virus darah biru berasal? Ini belum dijelaskan namun kuat dugaanku ini pasti akan dijelaskan di season selanjutnya. Ingin kubilang ini seperti serial zombie tapi gak seganas zombie. Mereka yang terinfeksi jelas-jelas masih manusia dan bisa berpikir tapi...eng ing eng. Mereka hampir kayak vampir tapi gak ada taringnya dan mereka gak menghisap darah. Bingung gak, tuh? 

Terakhir, dari segi virus dan wabah dengan revolusi seperti yang dijual di judul dan sinopsinya ini imbang. Saling melengkapi. Mereka gak hanya jadi pajangan dan pelengkap buat bikin serial ini terlihat mentereng. Terus jalan cerita ini juga gak terburu-buru kayak tiba-tiba virus menyebar dan tiba-tiba collapse. Nope. Semua pelan-pelan tapi pasti. Eh, kayak serial dari Korea Selatan - Kingdom

Wah, gak terasa panjang juga tulisanku kali ini. Kalian harus tahu kalau aku sampai bisa menjelaskan sedetail ini, itu berarti aku benar-benar suka dan serial ini cukup berkesan, yah. Bagus. Layak banget ditonton. ;)

Comments

Popular posts from this blog

PENGALAMAN REKRUTMEN ODP IT BANK MANDIRI

Sumber: Google Di postingan kali ini aku mau berbagi cerita pengalamanku tentang proses rekrutmen ODP IT Bank Mandiri. Kenapa aku tulis? Salah satunya adalah karena masih minimnya cerita gimana sih pengalaman rekrutmen ODP Bank Mandiri khususnya untuk bidang IT. Kalau pengalaman rekrutmen untuk ODP General Bank Mandiri udah banyak kutemuin waktu aku sendiri sedang di fase proses rekrutmen sedangkan untuk proses rekrutmen ODP IT Bank Mandiri, aku ubek-ubek internet baru nemu 1 blog doang yang ceritain tentang pengalamannya waktu ikut seleksi rekrutmen ODP IT Bank Mandiri. Nah, tujuan aku berbagi pengalaman ini gak lain gak bukan adalah sekadar sharing dan memberi gambaran tentang apa aja kira-kira prosesnya dan gimana aja prosesnya.  Sebelumnya perlu juga diketahui apa sebenarnya yang memotivasiku untuk coba daftar di ODP IT Bank Mandiri ini. Jadi, awalnya aku sempat buka Linkedin dan lihat ada salah satu teman seangkatan yang udah kerja sebagai ODP IT Bank Mandiri. Dari situ aku ...

REVIEW E-READER ONYX BOOX NOVA 2 BAHASA INDONESIA

Sumber: Foto Pribadi Hai! Apa kamu suka banget membaca? Suka membaca buku digital dan sedang mencari-cari e-reader yang cocok? Jika iya, coba baca pengalamanku menjajal e-reader dari Onyx Boox Nova 2 yang kubeli beberapa hari lalu ini. Banyak dari kita yang awalnya pasti kebingungan hendak membeli e-reader dari Kindle yang sudah terkenal itu atau e-reader lain. Atau bahkan masih ada yang belum tahu e-reader apa saja yang saat ini telah beredar di pasaran? Well , yang kutahu hingga saat ini ada  e-reader dari Kindle, Kobo, dan Onyx Boox. Mungkin bagi yang sudah mengetahui e-reader lainnya yang tidak kalah bagus bisa bantu share dan ceritakan pengalaman membaca melalui perangkat tersebut   di kolom komentar.  Awal cerita bagaimana aku akhirnya memutuskan membeli Onyx Boox ini bisa dibilang agak panjang. For the longest time aku selalu merasa Kindle adalah e-reader terbaik sejak aku mengetahuinya waktu kuliah namun Kindle belum memenuhi preferensi yang kubutuhkan. Apa s...

KOS CERIA

Hari ini aku akan menceritakan sebuah kisah yang kudengar dari selentingan penduduk sekitar Kota G. Ini adalah kisah yang terjadi di sebuah indekos bernama Kos Ceria. Namanya saja yang ceria. Di dalamnya tidak ada keceriaan setitik pun. Menurut survei yang dilakukan oleh sebuah perusahaan properti, kira-kira ada sekitar 47,4% generasi milenial memilih untuk tinggal di indekos. Pelajar yang telah lulus sekolah menengah atas dan melanjutkan pendidikan ke universitas akan banyak memilih tinggal di indekos. Pekerja-pekerja yang mengadu nasib ke kota metropolitan juga banyak memilih tinggal di indekos, apartemen, atau mess. Kota G adalah area urban yang menjadi destinasi pencari kerja. Dalam beberapa waktu terakhir, Kota G telah berkembang pesat. Perlahan-lahan reputasi Kota G merangkak masuk ke lima besar destinasi kota yang memiliki banyak ladang pekerjaan. Pada era perang dan penjajahan, Kota G adalah daerah yang santer dikenal sebagai kota penyekapan, pembuangan, dan pembantaian. Suasan...