Skip to main content

SELAMAT DATANG KEMBALI KE RUMAH ONLINE BARUKU

 

Sumber: Dribble

Ketika mempublikasikan postingan sebelum ini, salah seorang temanku menyarankanku untuk membeli domain sebagai bentuk kesungguhanku blogging. Setelah melewati berbagai pertimbangan, seperti menghitung biaya pembelian domain tahunan kalau di-break down menjadi bulanan akan menjadi berapa rupiah, aku akhirnya memutuskan membeli custom domain

Sesungguhnya for the longest time (kemungkinan sejak SMP waktu aku mengenal blog dan membuat blog untuk tugas pelajar TIK), aku memandang blog yang gak ada embel-embel blogspot itu keren banget! Namun karena dulu aku masih pelajar, belum menghasilkan uang sendiri, uang masih minta ke ortu, dan bahkan untuk uang saku pun yang kumiliki terbatas (hanya cukup untuk keperluan sehari-hari), aku lalu mengurungkan niat untuk memiliki domain sendiri. 

Sampai sekarang.

Ketika aku merasa harga domain untuk setahun akhirnya bisa terjangkau bagiku, aku akhirnya membeli domain

Langkah pertama yang bisa kalian lakukan adalah sebagai berikut:
1. Buka Setting Blogger.
2. Pada bagian Publishing, pilih custom domain.
3. Akan diarahkan ke halaman Google Domains. 


Di sini, kita bisa mencari domain apa saja yang kita inginkan sesuka hati. berhubung aku mencari domain yang sudah kubeli, maka domain tersebut sudah gak tersedia lagi. Harganya juga bervariasi, tergantung keamanan dan seberapa premium. Untuk pembayarannya sampai saat ini hanya bisa menggunakan kartu kredit. Sebelumnya aku mencoba menggunakan kartu debit dengan metode Direct Debit, tapi gak bisa. 

Setelah melakukan pembayaran, langkah selanjutnya adalah mengkonfigurasikannya. Di sinilah muncul kejadian tak terduga yang sempat membuatku panik dan berkeringat. Aku gak bisa mengakses halaman domain-ku sendiri! Parahnya lagi, aku juga gak bisa mengakses alamat blogku juga. Ya ampun, aku sudah membayar uang segini tapi aku malah kehilangan blogku? Sulit dipercaya.

Tapi sisi lain diriku terus mengatakan, ini belum berakhir. Gak mungkin ini jalan buntu. Pasti ada yang terlewat olehku. Pasti ada yang belum aku lakukan. 

Jadi, setelah melakukan pembayaran, pada halaman Google Domains, kita akan diminta untuk melakukan konfigurasi blog dengan domain yang telah dibeli. Kita memasukkan alamat blog agar nantinya yang terbaca ketika mengakses domain yang telah dibeli tersebut adalah alamat blog kita. Kupikir itu saja sudah cukup bisa mengkoneksikan blog dengan domain

Ternyata kita juga harus mengkonfigurasikan domain dengan blog pada halaman Settings di Bloggers, nyaris melakukan hal yang sama pada bagian Publishing.


Pastikan redirect domain sudah berada pada posisi ON. Custom domain pun diisi dengan domain yang telah kita beli. 

Itulah sekelumit cerita tentang pengalaman pembelian domain di hari itu. 😀

Nah, sampailah kita di penghujung pos. Harapan ke depannya pada blog, hmm, websiteku ini adalah semoga bisa menjadi wadah berbagi informasi yang bermanfaat tempat sharing yang menyenangkan, dan dapat membantu sesama. Semoga aku juga jadi lebih semangat menulis lagi.

Selamat datang kembali ke rumah online ini. It feels like brand new.

Comments

Popular posts from this blog

PENGALAMAN REKRUTMEN ODP IT BANK MANDIRI

Sumber: Google Di postingan kali ini aku mau berbagi cerita pengalamanku tentang proses rekrutmen ODP IT Bank Mandiri. Kenapa aku tulis? Salah satunya adalah karena masih minimnya cerita gimana sih pengalaman rekrutmen ODP Bank Mandiri khususnya untuk bidang IT. Kalau pengalaman rekrutmen untuk ODP General Bank Mandiri udah banyak kutemuin waktu aku sendiri sedang di fase proses rekrutmen sedangkan untuk proses rekrutmen ODP IT Bank Mandiri, aku ubek-ubek internet baru nemu 1 blog doang yang ceritain tentang pengalamannya waktu ikut seleksi rekrutmen ODP IT Bank Mandiri. Nah, tujuan aku berbagi pengalaman ini gak lain gak bukan adalah sekadar sharing dan memberi gambaran tentang apa aja kira-kira prosesnya dan gimana aja prosesnya.  Sebelumnya perlu juga diketahui apa sebenarnya yang memotivasiku untuk coba daftar di ODP IT Bank Mandiri ini. Jadi, awalnya aku sempat buka Linkedin dan lihat ada salah satu teman seangkatan yang udah kerja sebagai ODP IT Bank Mandiri. Dari situ aku ...

REVIEW E-READER ONYX BOOX NOVA 2 BAHASA INDONESIA

Sumber: Foto Pribadi Hai! Apa kamu suka banget membaca? Suka membaca buku digital dan sedang mencari-cari e-reader yang cocok? Jika iya, coba baca pengalamanku menjajal e-reader dari Onyx Boox Nova 2 yang kubeli beberapa hari lalu ini. Banyak dari kita yang awalnya pasti kebingungan hendak membeli e-reader dari Kindle yang sudah terkenal itu atau e-reader lain. Atau bahkan masih ada yang belum tahu e-reader apa saja yang saat ini telah beredar di pasaran? Well , yang kutahu hingga saat ini ada  e-reader dari Kindle, Kobo, dan Onyx Boox. Mungkin bagi yang sudah mengetahui e-reader lainnya yang tidak kalah bagus bisa bantu share dan ceritakan pengalaman membaca melalui perangkat tersebut   di kolom komentar.  Awal cerita bagaimana aku akhirnya memutuskan membeli Onyx Boox ini bisa dibilang agak panjang. For the longest time aku selalu merasa Kindle adalah e-reader terbaik sejak aku mengetahuinya waktu kuliah namun Kindle belum memenuhi preferensi yang kubutuhkan. Apa s...

KOS CERIA

Hari ini aku akan menceritakan sebuah kisah yang kudengar dari selentingan penduduk sekitar Kota G. Ini adalah kisah yang terjadi di sebuah indekos bernama Kos Ceria. Namanya saja yang ceria. Di dalamnya tidak ada keceriaan setitik pun. Menurut survei yang dilakukan oleh sebuah perusahaan properti, kira-kira ada sekitar 47,4% generasi milenial memilih untuk tinggal di indekos. Pelajar yang telah lulus sekolah menengah atas dan melanjutkan pendidikan ke universitas akan banyak memilih tinggal di indekos. Pekerja-pekerja yang mengadu nasib ke kota metropolitan juga banyak memilih tinggal di indekos, apartemen, atau mess. Kota G adalah area urban yang menjadi destinasi pencari kerja. Dalam beberapa waktu terakhir, Kota G telah berkembang pesat. Perlahan-lahan reputasi Kota G merangkak masuk ke lima besar destinasi kota yang memiliki banyak ladang pekerjaan. Pada era perang dan penjajahan, Kota G adalah daerah yang santer dikenal sebagai kota penyekapan, pembuangan, dan pembantaian. Suasan...