![]() |
Sumber: Unsplash |
Selama dua minggu terakhir ini aku giat melakukan 4-day skin cycling routine. Itu adalah rutinitas langkah-langkah pengaplikasian skincare tiap empat hari sekali di malam hari.
Hari pertama: hari eksfoliasi. Kandungan yang termasuk adalah AHA dan BHA. Untuk hasil yang lebih nendang, aku fokus menggunakan serum berbahan dasar AHA dan BHA. Setelah memakai serum eksfoliasi, harus diimbangi dengan pelembab yang cukup melembabkan karena eksfoliasi dapat membuat kulit kering. Kamu dapat menggunakan pelembab yang mengandung hyaluronic acid dan ceramide.
Hari kedua: hari retinol. Daripada toner, aku lebih suka menggunakan serum. Semua serum retinol would be good. Pastikan apakah kulitmu sudah familiar dengan retinol. Untuk beberapa hari pertama aplikasikan testing patch di satu titik tertentu dulu. Jika masih pemula, coba gunakan retinol turunan atau yang mengandung presentase kecil. Setelah menggunakan serum retinol, jangan lupa untuk menggunakan pelembab yang cukup menghidrasi karena retinol cenderung membuat kulit kering.
Hari ketiga dan keempat: hari istirahat atau recovery. Kamu akan ingin menggunakan produk yang memiliki kandungan menghidrasi, menenangkan kulitmu, dan bahkan kamu bisa sisipi kandungan yang membantu untuk mencerahkan kulit, seperti: hyaluronic acid, ceramide, niacinamide, vitamine C, alpha arbutin, dan centella asiatica.
Hari kelima dan seterusnya mengulang langkah-langkah dari hari pertama.
Untuk artikel lebih lengkapnya, kamu bisa baca di sini.
Hasil yang kudapat benar-benar menakjubkan. Kulitku langsung terasa halus dan lembut dan tampak lebih bersih dan cerah. Komedo di hidung pun terangkat. Seharusnya habit ini dilakukan terus menerus, tidak hanya karena akan ada momen lebaran.
Oh, ya, beberapa waktu lalu, aku melihat postingan konten salah satu beauty enthusiast Indonesia generasi pertama. Dia membagikan pendapatnya tentang kecedenderungannya untuk tidak lagi mencoba-coba skincare macam-macam setelah menemukan skincare yang cocok di kulitnya. Aku pun memiliki pandangan yang sama.
Contohnya, untuk beberapa skincare aku sudah cukup untuk mencoba merk yang macam-macam karena ujung-ujungnya rugi sendiri kalau ternyata tidak cocok di kulit. Salah satunya adalah produk sunscreen. Aku sudah mencoba berbagai macam sunscreen dan tidak ada yang mengalahkan rasa nyaman yang kurasakan ketika mencoba sunscreen milik Azarine. Begitu juga dengan sabun cuci muka. Aku menjajal banyak macam sabun cuci muka yang klaimnya berkata tidak akan membuat kulit kering, tapi tetap saja membuat kulitku terasa ditarik dan kering. Sampai aku menemukan sabun cuci muka milik Skin 1004. Aku merasa taruhannya tinggi kalau aku masih berani beralih ke lain hati. Kalau sudah nyaman dengan satu hal, untuk apa, sih, melirik yang lain. Masuk akal gak?
Dunia sekarang sudah cukup gak pasti, jangan sampai hidup kita juga ikut gak pasti.
Sementara untuk skincare seperti serum dan pelembab, aku masih suka menjajal berbagai macam merk. Bukan karena belum menemukan hal yang cocok, tapi karena masih penasaran dengan beberapa merk yang dijual di luaran. Terutama serum dan pelembab.
Aku ingin menyorot serum retinol yang belakangan ini sedang kupakai. Aku merasa bahwa aku siap untuk naik level untuk mencoba pengalaman retinol dengan kandungan yang lebih kuat. Aku sempat takut dengan pengalaman efek purging yang dibagikan oleh banyak orang. Jerawat keluar dan kulit terasa gatal. Aku rasanya tidak mau mengambil risiko itu. Namun di lain sisi, aku juga penasaran. Akhirnya aku mencoba juga retinol merk Bhumi. Aku coba testing patch di daguku selama beberapa hari. Ketika aku sudah yakin bahwa ternyata aku tidak mendapat reaksi apa-apa, aku baru berani mengaplikasikannya ke seluruh wajahku. Dan aku cukup puas dengan hasilnya.
Seorang teman sampai bertanya mengapa kulitku bisa glowing. Hihihi. Semuanya berkat Bhumi HRP Retinol dan pelembab Somethinc Skin Goals Moisture Silk Creme.
Disclaimer, ya, bahwa aku tidak disponsori.
Kamu tidak harus mencoba merk yang kusebutkan di atas. Merk retinol apa pun would do. Merk pelembab apa pun would do too, asal harus pastikan produk tersebut mengandung 4-day skin cycling routine. Yaps, kuncinya adalah di rutinitas skincare yang kusebutkan di atas. Hasil akhirnya adalah kulit cerah, bersinar, dan lebih bersih.
Selain wajah, kulit badan juga harus kita rawat, lho. I am no expert in this and still learning. Terkadang ada hari-hari rajin dan hari-hari malas. Kita harus pakai body lotion, guys, biar gak cepat keriput, apalagi kalau kulit kita kering. Salah satu penemuan bagusku adalah body serum milik Teratu Skin Fold and Brightening Serum.
Rasanya seperti menjalani 4-day skin cycling untuk kulit badan—hasilnya, kulitku jadi lebih glowing dan cerah!✨
Berangkat dari kebutuhan untuk mencerahkan kulit tubuh dan mengatasi lipatan-lipatan gelap, Teratu berinisiatif menciptakan body serum dengan ukurang yang gak tanggung-tanggung: 150 ml. Teratu menyadari bahwa banyak produk pencerah di pasaran yang masih dijual dalam ukuran kecil.
Selain itu, Teratu juga memaksimalkan konsentrasi key ingredients sesuai batas yang diperbolehkan BPOM, dengan harapan bisa memberikan hasil yang lebih maksimal. And it works! Aku cukup tahu soal ini karena mengikuti akun Teratu dan Teh Ratu sendiri, yang sering membagikan latar belakang pengembangan produk-produk miliknya.
Karena kulitku kering dan body serum Teratu ini belum cukup melembabkan, aku menambah body lotion yang melembabkan. Satu poin plus body serum Teratu ini tidak memiliki bau, ya, jadi bisa dikombinasikan dengan body lotion lain. Dan aku punya dua racun body lotion yang bagus!
Earth Love Life Body Lotion
Aku memang baru coba vairan Javanese Moringa & Balinese Fruit, tapi aku tertarik untuk coba varian lainnya. Karena apa? Ya ampun aku pakai body lotion ini dari pagi pukul tujuh pagi dan wanginya masih semerbak sampai pukul lima sore. Sampai aku pulang kantor dan mandi. But mind you, aku beraktivitas seharian di ruang kantor yang ber-AC. Jadi aku kurang tahu dengan performanya jika digunakan untuk aktivitas outdoor. Untuk mendapatkan informasi lebih lengkap, bisa cek di sini.
Denara Bali Body Lotion
Is it a crime that I accidentally discovered which body lotion, butter, and scrub a spa house uses? Because let me whisper this to you—they use this brand. And guess what? I got my hands on their body lotion as a freebie since I've been there three times and it's one of the complimentary perks for loyal customer. Of course, it is rebranded under their spa house name.
Wait, kenapa jadi full bahasa Inggris. Yah, intinya begitu. Aku dapat freebie body lotion. Aku diperbolehkan memilih varian rasa yang ditawarkan. Aku tertarik dengan varian sandalwood atau cendana karena wangi cendana biasanya ada di base note parfum. Wangi cendana punya karakteristik hangat yang menenangkan, lembut, elegan, earthy, dan sedikit musky. Ada alasan mengapa aroma cendana sering menjadi wangi base note parfum.
Cendana sering dipakai sebagai base note dalam parfum karena wanginya tahan lama dan menyatu dengan aroma lain seperti, vanila, mawar, amber, dan lain-lain. Sehingga karena dasar pertimbangan itulah, aku akhirnya memilih varian cendana sebagai freebie dan aku gak menyesal sama sekali.
Turns out, aku jadi suka dan selalu pakai body lotion ini karena membantu mengangkan highlight parfum-parfum yang kupakai. Wanginya masuk dan blends well. Pakai body lotion dengan aroma cendana ini memberikan pengalaman lain yang lebih berwarna, take you to another level of beauty hack.
Jadi, begitulah cuap-cuap hari ini membahas skincare. Tak terasa aku sudah menulis ini selama sejam lebih dan kulihat tulisan ini sudah cukup panjang. Mudah-mudahan cukup berbobot dan memberikan pencerahan. Hope you find it helpful. Kira-kira beauty hack apa yang kamu punya dan skincare apa saja yang kamu gunakan akhir-akhir ini?
Comments
Post a Comment